Di balik upaya pencarian, kisah para penyintas memperlihatkan betapa cepat dan mencekamnya bencana berlangsung.
Sumarti, salah satu warga yang selamat, masih bergetar saat mengingat detik-detik sebelum rumah-rumah tersapu tanah.
“Waktu itu ada suara gemuruh besar. Warga melihat ke atas, dan ternyata longsornya membesar. Saya langsung lari,” tuturnya.
Awalnya warga berlari ke area makam desa demi menghindari jalur longsoran. Namun kondisi makin buruk sehingga mereka terpaksa lari lebih jauh ke hutan.
“Setelah sampai hutan, petugas menjemput kami. Lalu dibawa ke puskesmas dan akhirnya keposko pengungsian,” kata Sumarti dengan mata berkaca-kaca.***