Data awal mencatat:
- 7 warga terluka
- 48 rumah hilang/roboh
- 195 rumah terdampak
- 934 jiwa mengungsi
Baca Juga: Tanah yang Direbut, Suara yang Dibungkam: Laporan JATAM Bongkar Kekacauan Tambang Maluku Utara
Pencarian Terganjal Cuaca dan Tanah yang Belum Stabil
Upaya evakuasi dilakukan oleh sekitar 700 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan.
Mereka dibantu alat berat, pompa alkon, dan anjing pelacak untuk mempercepat pencarian.
Namun medan sangat menantang.
Longsoran masih labil, hujan terus turun, dan kubangan air memenuhi area pencarian.
“Ada potensi longsor susulan karena hujan dan aliran air yang terus muncul,” ujar Abdul Muhari.
Untuk mengurangi risiko, tim melakukan modifikasi cuaca dan membuat jalur pembuangan air agar tanah tidak semakin jenuh.
Sebanyak 12 excavator dan 12 alkon diterjunkan membantu membersihkan material.
Ancaman Susulan Mengintai, Proses Evakuasi Berjalan Ekstra Hati-Hati
Kerusakan meluas hingga beberapa ratus meter dari titik longsoran.
Banyak rumah terkubur lumpur tebal, menyisakan puing-puing sebagai saksi betapa dahsyatnya bencana ini.
Abdul Muhari menegaskan bahwa tim bekerja dengan sangat hati-hati karena hujan berpotensi memperparah kondisi lereng.
Cerita Menggetarkan dari Para Penyintas