nasional

Dari Penolakan ke Pertimbangan: Sikap Terbaru Purbaya Soal Utang Whoosh

Rabu, 19 November 2025 | 17:10 WIB
Whoosh Masih Membebani, Sikap Purbaya Kini Tak Lagi Hitam Putih (Instagram @biturex.ltd)

TITIKTEMU.CO - Prediksi banyak pihak akhirnya terbukti. Hutang besar yang timbul dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh kini benar-benar menjadi beban serius bagi pihak yang menanggungnya.

BUMN Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus menelan kenyataan pahit: kerugian hingga triliunan rupiah dalam setahun.

Danantara serta pemerintah pun kini dipaksa memutar otak untuk menemukan skema pembayaran yang tidak semakin menggerus keuangan negara maupun BUMN.

Baca Juga: Kontroversi Saham Tambang Sherly Tjoanda: Warisan Keluarga atau Jaringan Bisnis yang Menggurita?

Pemerintah Masih Mencari Jalan Keluar Utang KCJB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai pembagian peran dan skema penyelesaian utang KCJB masih terus berlangsung.

Belum ada keputusan final mengenai langkah apa yang akan diambil pemerintah.

“Kita masih menunggu arahan pimpinan. Belum diputuskan, tapi arahnya kemungkinan mengikuti alur infrastruktur yang sudah ada,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Senin (17/11/2025).

Ia menegaskan ingin terlibat dalam seluruh proses diskusi, bukan hanya menerima keputusan akhir.

Baginya, yang terpenting adalah memastikan pilihan terbaik bagi negara sebelum mengambil langkah final.

Baca Juga: Mahasiswa UI Gelar Aksi Tolak RUU KUHAP, DPR Tetap Sahkan dan Tegaskan Tak Ada Penyadapan Sepihak

Purbaya Tegas Menolak APBN untuk Bayar Utang Whoosh

Pada Oktober sebelumnya, Purbaya menegaskan penolakannya apabila pembayaran utang proyek Whoosh diambil dari APBN.

Menurutnya, beban pembayaran seharusnya menjadi tanggung jawab BPI Danantara Indonesia, karena lembaga tersebut kini mengelola seluruh dividen dari BUMN.

Halaman:

Tags

Terkini