nasional

Indonesia Siap Produksi Massal Kapal Selam Tanpa Awak KSOT Mulai 2026, Ini Perbandingannya dengan AS, Rusia, dan China

Minggu, 16 November 2025 | 21:33 WIB
Menyoroti rencana kapal selam tanpa awak di Indonesia yang akan diproduksi massal pada tahun 2026 mendatang. (Dok. Kemhan RI)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto semakin serius memperkuat pertahanan maritim. Banyaknya jalur perairan rawan penyelundupan membuat Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memprioritaskan penguatan alutsista, khususnya armada bawah laut.

Salah satu fokus terbaru adalah pengembangan kapal selam tanpa awak atau KSOT, yang saat ini memasuki tahap uji coba dan direncanakan diproduksi massal mulai 2026 di PT PAL.

Uji Coba KSOT di Surabaya dan Rencana Produksi Massal

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa prototipe KSOT telah diuji di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya. Teknologi ini dipastikan menjadi salah satu langkah modernisasi penting untuk menjaga keamanan laut nasional.

“KSOT atau kapal selam autonomous sudah kita uji. Nantinya akan diproduksi massal di PT PAL mulai 2026,” ujarnya dalam perjalanan menuju Aceh, Minggu, 16 November 2025.

Baca Juga: Polisi Bongkar Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi di Bangka: 5 Pelaku Ditangkap, Truk Modifikasi Jadi Modus Utama

SJafrie menegaskan, Indonesia kini memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi drone bawah laut secara mandiri. KSOT dirancang khusus untuk memantau wilayah-wilayah rawan penyelundupan dan celah perairan strategis di negara kepulauan seperti Indonesia.

Spesifikasi Unggulan KSOT

KSOT memiliki sejumlah keunggulan, termasuk:

  • Mampu menyelam hingga 6 bulan tanpa perlu naik ke permukaan
  • Ditenagai baterai dengan daya tahan panjang
  • Dilengkapi sistem senjata torpedo
  • Beroperasi tanpa awak sehingga lebih efisien dan sulit terdeteksi

“Anak bangsa sudah mampu membuat kapal selam tanpa awak. Efektif, bisa menyelam selama 6 bulan dan dipersenjatai torpedo,” jelas Sjafrie.

Selain memperkuat armada bawah laut, penguatan alutsista permukaan juga terus berjalan, salah satunya dengan hadirnya KRI Brawijaya 320, fregat terbesar di Asia Tenggara.

Perbandingan KSOT Indonesia dengan Drone Bawah Laut Negara Adidaya

Pengembangan KSOT membuat Indonesia sejajar dengan negara-negara besar yang juga berlomba menciptakan kapal selam tanpa awak canggih.

Baca Juga: Longsor Banjarnegara 16 November 2025: 179 Warga Mengungsi, Ancaman Pergerakan Tanah di Jawa Tengah Masih Tinggi

Halaman:

Tags

Terkini