nasional

100 Kuota Magang KemenPPPA 2025: Lompatan Karier Emas untuk Fresh Graduate

Jumat, 14 November 2025 | 13:35 WIB
ilustrasi KemenPPPA membuka kesempatan magang bagi 100 lulusan baru. (Pinterest @entreupreneurmedia)

KemenPPPA bukan satu-satunya pihak yang membuka formasi magang.

Berbagai kementerian dan lembaga lain juga telah mengajukan kebutuhan peserta magang sesuai bidang kerja masing-masing.

Program Magang Nasional sendiri sudah berjalan memasuki pekan ketiga sejak resmi dimulai pada 20 Oktober 2025.

Program ini menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan dunia industri dan dunia usaha.

Tujuannya jelas: para lulusan baru tidak hanya punya ijazah, tetapi juga keterampilan nyata yang dibutuhkan pasar kerja.

Baca Juga: Cara Update PUBG Mobile ke Versi 4.1: Nikmati Fitur Arena Esports & Frosty Funland

Uang Saku Setara UMR dan Gelombang Rekrutmen

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa peserta Program Magang Nasional akan mendapatkan uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di tempat mereka magang. Ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan peserta tidak hanya belajar, tapi juga mendapatkan dukungan finansial yang layak selama program berlangsung.

Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan untuk membuka Gelombang II Program Magang Nasional dengan target 80.000 peserta fresh graduate.

Pada Gelombang I, program ini telah diikuti sekitar 20.000 peserta, mayoritas lulusan baru dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Gelombang II Program Magang Nasional dijadwalkan dimulai pada November 2025, sehingga para lulusan baru masih punya peluang besar untuk ikut terlibat.

Langkah Awal Menemukan Versi Terbaik dari Diri Sendiri

Program magang ini bukan sekadar formalitas atau sekadar mengisi waktu setelah wisuda.

Pemerintah mendorong agar kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan sebagai langkah awal memasuki dunia kerja, membangun jejaring profesional, dan menemukan potensi terbaik diri.

Melalui pengalaman di KemenPPPA dan kementerian/lembaga lainnya, anak muda Indonesia diharapkan bisa melihat langsung bagaimana kebijakan dirumuskan, program dijalankan, dan pelayanan publik diberikan. Dari sana, mereka bisa belajar, mengkritisi, dan berkontribusi untuk perbaikan.***

Halaman:

Tags

Terkini