Karena juga menyukai pemrograman komputer, ia akhirnya memutuskan untuk fokus pada Computational Materials Science, menggabungkan dua minatnya: fisika dan programming.
Ia bahkan sudah menguasai Density Functional Theory (DFT) sejak masa S1 — fondasi riset yang ia bawa hingga ke tingkat doktor.
Baca Juga: Jusuf Kalla Tegas Soal Sengketa Lahan: Mafia Tanah Harus Diberantas Secara Sistemik
Strategi Sukses: Disiplin dan Konsistensi 9-to-5
Menggabungkan studi S2 dan S3 bukan hal mudah.
Jessie menekankan pentingnya manajemen waktu dan disiplin tinggi.
“Rahasianya, selesaikan semua mata kuliah di tahun pertama supaya tahun berikutnya bisa fokus riset,” ujarnya.
Ia menjalani rutinitas layaknya pekerja profesional — datang ke laboratorium pukul 9 pagi dan pulang pukul 5 sore.
Pola ini bukan hanya membuatnya produktif, tapi juga membantu menjaga keseimbangan hidup.
Hasilnya luar biasa: selama masa studi, Jessie telah menulis enam publikasi ilmiah internasional, tiga di antaranya sebagai penulis utama.
Penelitiannya dimuat di jurnal ternama seperti Materials Chemistry and Physics dan RSC Advances.
Hobi yang Mengantarkan ke Jepang
Di luar kesibukan akademik, Jessie tetap menjaga keseimbangan dengan hobi.
Ia gemar bersepeda hingga puluhan kilometer dan menikmati musik Jepang.