nasional

Tito Karnavian Sindir Daerah yang Panik Dana Turun: Jangan Cuma Lihat Angka, Lihat Otak Anggaranmu!

Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:05 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah melakukan efisiensi pengelolaan keuangan. (jogja.polri.go.id)

TITIKTEMU.CO - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menanggapi keluhan beberapa pemerintah daerah yang merasa “sesak napas” karena Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat menurun.

Alih-alih sekadar mengeluh, Tito meminta agar kepala daerah belajar menyesuaikan diri. “Kalau dulu dapat 100, sekarang 60, ya jangan langsung teriak kurang.

Coba lihat dulu, apa yang bisa dihemat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, keadaan fiskal nasional memang sedang butuh penyesuaian. Artinya, daerah pun harus kreatif dan efisien, bukan panik.

“Bukan cuma lihat angka, tapi bagaimana mengelola anggaran agar tetap produktif,” katanya tegas.

Baca Juga: Libur Nataru 2025: Pemerintah Gelontorkan Diskon Besar untuk Tiket Pesawat, Kapal, dan Kereta — Waktunya Healing #DiIndonesiaAja!

Pola Lama: Banyak Rapat, Banyak Jalan, Hasil Nihil

Tito tak menutup mata, banyak pemborosan di daerah justru datang dari kebiasaan birokrasi yang sudah usang: rapat yang terlalu sering, perjalanan dinas yang tak jelas arah, dan biaya perawatan fasilitas yang kadang berlebihan.

“Coba dicek, ada daerah yang hampir tiap minggu rapat, tiap bulan dinas luar. Begitu dipelototi, ya kelihatan bocornya di situ,” kata mantan Kapolri itu.

Ia menilai, kebiasaan lama ini sudah tak relevan di era efisiensi. Belanja publik seharusnya diarahkan ke hal yang menyentuh masyarakat langsung, bukan sekadar mempertebal agenda birokrat.

Baca Juga: Bahana Sekuritas dan Jasindo Resmikan Kolaborasi Strategis: Buka Galeri Investasi untuk Dorong Literasi Keuangan Nasional

Ubah Mindset: Dari Rutinitas ke Relevansi

Tito mengingatkan kepala daerah untuk meninggalkan “template lama” dalam menyusun anggaran.

Situasi baru menuntut cara pandang baru.
“Nggak bisa pakai pola pikir lama untuk masalah yang baru. Sekarang zamannya adaptif,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini