nasional

2 Juta Data Bansos Dicoret: Efisiensi Bantuan atau Alarm Salah Sasaran?

Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:14 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebut lebih dari 2 juta penerima bansos dinyatakan tidak layak (Instagram @elshinta90fm)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah kembali melakukan pembenahan terhadap program bantuan sosial (bansos) demi memastikan hanya masyarakat yang benar-benar membutuhkan yang mendapatkannya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan temuan yang cukup mengejutkan: lebih dari 2 juta penerima bansos dinyatakan tidak layak menerima bantuan berdasarkan hasil verifikasi lapangan terbaru.

Baca Juga: Prabowo Murka Soal Narkoba Masuk Lewat Laut: Kapal Mendarat Jam 1 Pagi, Pasti Niatnya Busuk!

Hasil Uji Lapangan: Banyak Data Tidak Sesuai Fakta

Dalam keterangan resminya, Gus Ipul menjelaskan bahwa selama lima hari proses pengecekan lapangan, pendamping sosial menemukan jutaan data penerima yang tidak memenuhi kriteria bansos.

Temuan ini menunjukkan bahwa masih ada persoalan dalam akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan program bantuan pemerintah.

Menurut Gus Ipul, langkah ini adalah bagian dari uji lapangan nasional yang melibatkan pemerintah daerah serta pendamping sosial untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi nyata masyarakat.

Baca Juga: Heboh Pertalite Bikin Motor Brebet: Salah BBM atau Ada Masalah Lain? Begini Respons Pemerintah!

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Proses verifikasi ini tidak hanya dilakukan oleh Kemensos, melainkan juga melibatkan dinas sosial di tingkat kabupaten dan kota.

Pendamping sosial turun langsung ke rumah warga untuk memeriksa kelayakan penerima berdasarkan indikator kemiskinan yang telah ditetapkan.

“Data yang kami kirim ke daerah harus dikonfirmasi kembali. Jangan sampai bantuan jatuh ke tangan yang salah,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa verifikasi ini penting untuk membangun keadilan sosial dan memastikan anggaran negara tepat sasaran.

Tantangan Validasi 15 Juta Data Baru

Halaman:

Tags

Terkini