TITIKTEMU.CO - Pengantar Pemerintah Indonesia kembali membuat langkah mengejutkan dunia pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto memutuskan memasukkan Bahasa Portugis sebagai salah satu mata pelajaran yang akan diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar urusan kurikulum, tetapi bagian dari strategi hubungan internasional Indonesia.
Baca Juga: Aqua Subang Disemprot KDM: Jalan Rusak, Truk ODOL, Izin Air Tanah Terancam Melayang
Bahasa Portugis: Bahasa yang Punya Peran Strategis
Menurut Sugiono, keputusan ini berhubungan erat dengan penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil.
Dalam pertemuan resmi di Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo berbicara tentang membangun “new special relationship” atau hubungan khusus yang baru antara kedua negara.
Langkah ini diyakini akan membuka pintu kerja sama yang lebih besar di bidang perdagangan, pertanian, energi hijau hingga investasi industri.
Bahasa mengambil peran utama dalam diplomasi. "Komunikasi adalah kunci untuk membangun kerja sama yang produktif," ujar Sugiono.
Maka, mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu berkomunikasi dalam Bahasa Portugis dianggap strategi jangka panjang yang cerdas.
Baca Juga: Slow Living di Peri-Urban: Hidup Tenang Tanpa Putus Akses ke Kota , Panduan Pindah untuk Pemula
Bahasa Portugis Masuk Kurikulum, Untuk Apa?
Sugiono menegaskan bahwa kebijakan ini tidak sekadar simbol persahabatan antara pemimpin dua negara, tapi bentuk kesiapan Indonesia masuk ke jaringan global berbahasa Portugis.
Perlu diketahui, Bahasa Portugis bukan bahasa kecil—bahkan digunakan di lebih dari 260 juta penduduk dunia dan menjadi bahasa utama di delapan negara, termasuk Brasil, Portugal, Angola, dan Mozambik.