TITIKTEMU.CO - Belakangan ini, banyak warga Indonesia mengeluhkan teriknya cuaca yang terasa lebih panas dari biasanya.
Ternyata, keluhan itu bukan sekadar perasaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia memang meningkat secara signifikan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi panas ini masih akan berlangsung dalam waktu tertentu.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari paparan sinar matahari langsung terutama saat siang hari.
Alasannya sederhana: pada periode siang menjelang sore, intensitas sinar ultraviolet (UV) mencapai tingkat tertinggi dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Baca Juga: Wamenkes Baru Ditugaskan Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Fokus Tekan Masalah Kesehatan Nasional
Hindari Paparan Matahari pada Pukul 10.00–16.00 WIB
BMKG secara tegas menyarankan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar berhati-hati antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Pada rentang waktu tersebut, posisi matahari sedang tinggi di langit sehingga pancaran panasnya sangat intens.
“Pada pukul 10.00–16.00 WIB paparan sinar matahari berada pada titik maksimum. Kalau tetap harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti payung, topi, pakaian berlengan panjang berwarna terang, dan jangan lupa membawa air minum,” ujar Guswanto.
Ia juga mengingatkan bahwa dehidrasi bisa terjadi tanpa disadari saat seseorang terlalu lama berada di bawah sinar matahari.
Karena itu, konsumsi air putih cukup mutlak dilakukan agar tubuh tetap segar dan tidak kekurangan cairan.
Kelompok Rentan Harus Ekstra Hati-Hati
BMKG juga mengingatkan agar kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Mereka meliputi: