nasional

KPI Hentikan Program Xpose Uncensored Trans7, Konten Pesantren yang Hina Pesantren, Begini Kasusnya

Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:30 WIB
KPI Hentikan Program Xpose Uncensored Trans7, Konten Pesantren yang Hina Pesantren. (x/@thoriqatuna)

TITIKTEMU.CO - Program Xpose Uncensored di Trans7 menjadi sorotan publik setelah menayangkan konten bertema pesantren yang dianggap menyinggung kalangan santri dan kiai.

Akibatnya, muncul gelombang kritik hingga seruan boikot terhadap stasiun televisi tersebut. Lantas, seperti apa nasib acara ini sekarang?

Acara Xpose Uncensored merupakan salah satu program infotainment andalan Trans7. Program ini awalnya menyajikan kabar terbaru seputar dunia hiburan Indonesia dengan gaya penyampaian yang santai dan ringan.

Baca Juga: Viral Perbedaan Menu Program Makan Bergizi Gratis, BGN Pastikan Anggaran Rp10 Ribu Cukup untuk Lauk Ayam dan Telur 

Namun, berbeda dari infotainment biasa, Xpose Uncensored juga mencoba mengangkat topik-topik sosial yang sedang ramai dibicarakan publik.

Sebelum dikenal dengan nama sekarang, acara ini pernah berganti judul beberapa kali, dari “Seleb Expose”, lalu “Selebrita Expose”, hingga akhirnya menjadi “Xpose Uncensored.”

Formatnya menampilkan liputan selebritas dengan gaya naratif yang lebih berani, namun tetap dalam bingkai hiburan.

Baca Juga: Santri Gelar Aksi di Rumah Atalia Praratya, Protes Soal Pernyataan Renovasi Ponpes Al Khoziny dari APBN 

Namun, pada 13 Oktober 2025, acara ini justru menjadi bahan perbincangan serius setelah salah satu episodenya menampilkan tayangan bertema pondok pesantren.

Episode berjudul ‘Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?’ itu dinilai menampilkan narasi yang tidak pantas, dan menyinggung kehidupan santri.

Dalam tayangan tersebut, Xpose Uncensored menyoroti aktivitas di Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren besar di Jawa Timur.

Baca Juga: Rekaman Percakapan Prabowo dan Donald Trump Bocor di KTT Gaza, Ini Penjelasan Menlu Sugiono

Narasi itu dianggap merendahkan tradisi santri dalam menghormati kiai mereka. Tak butuh waktu lama, video itu viral di media sosial dan menuai kemarahan masyarakat, khususnya dari kalangan nahdliyin dan komunitas santri.

Bahkan, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ikut angkat bicara. Dia menyebut isi tayangan tersebut sangat menyinggung dan tidak sepatutnya disiarkan di televisi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini