Selain itu, Luhut menyoroti efek berganda (multiplier effect) dari pelaksanaan program MBG. Program ini disebut telah menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 380 ribu orang di berbagai daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sudah menyerap sekitar 380 ribu tenaga kerja. Itu berarti pergerakan ekonomi di lapangan sudah mulai terasa,” imbuhnya.
Fokus Pemerintah: Efisiensi dan Tepat Sasaran
Kementerian Keuangan kini tengah memantau efektivitas dan ketepatan sasaran program MBG, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar program ini mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Menurut Purbaya, pemangkasan anggaran bukan berarti penghentian program, melainkan langkah evaluatif untuk memastikan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Evaluasi terhadap serapan MBG akan menjadi agenda utama laporan belanja pemerintah kuartal IV-2025. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang tata kelola pelaksanaan MBG guna memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dengan tenggat waktu evaluasi yang semakin dekat, seluruh kementerian dan lembaga diminta mempercepat penyaluran serta pelaksanaan program agar tujuan peningkatan gizi masyarakat dan perputaran ekonomi tetap tercapai.***