TITIKTEMU.CO -Di sebuah gang kecil di Gresik, Jawa Timur, papan karangan bunga berderet rapi.
Rumah sederhana di Jalan KH Kholil menjadi saksi duka mendalam Nurul Khotimah, ibu dari atlet gimnastik Indonesia, Naufal Takdir Al Bari.
Dengan wajah tegar meski air mata tak berhenti mengalir, ia menerima kenyataan pahit: putra bungsunya yang baru berusia 19 tahun meninggal dunia di Rusia.
Naufal yang dikenal berprestasi itu berpulang setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari di Rumah Sakit GA Zakharyin, Penza.
Ia mengalami kecelakaan saat latihan dalam program training camp bersama atlet nasional lainnya.
Baca Juga: Di Balik Piring Gratis: Mengurai Krisis dan Solusi Program Makan Bergizi di Bandung Barat
Telepon Tengah Malam yang Mengandung Doa
Beberapa hari sebelum insiden, Nurul menerima panggilan video dari Rusia. Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, Naufal menghubungi ibunya.
Di Rusia saat itu masih Jumat malam. Selama 15 menit, ibu dan anak ini bertukar kabar.
Dalam percakapan itu, Naufal meninggalkan pesan yang kini terasa begitu berarti.
“Mak, yang sabar ya.
Doakan saya, hati-hati juga ya Mak,” pesan Naufal yang diingat jelas oleh Nurul.
Pesan sederhana itu kini menjadi kenangan tak ternilai bagi sang ibu yang memiliki riwayat sakit jantung dan sering diingatkan Naufal untuk menjaga kesehatannya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Relawan: Kesempatan Mahasiswa Jadi Pionir Edukasi Pajak Lewat Program Renjani 2026
Mimpi dan Agenda yang Tertunda