TITIKTEMU.CO - Kasus pencabutan kartu identitas pers Istana milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia (DV), ramai diperbincangkan publik.
Kejadian ini diduga berkaitan dengan pertanyaan Diana kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kasus keracunan makanan MBG saat sesi doorstop di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 27 September 2025.
Peristiwa ini mengundang perhatian luas karena kartu liputan dicabut Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden hanya beberapa jam setelah wawancara berlangsung.
CNN Indonesia menyebut pencabutan dilakukan tanpa surat keterangan resmi dan bahkan di luar jam kerja, dengan cara mendatangi kantor redaksi mereka pada malam hari.
Baca Juga: Begini Kronologi Kasus ID Wartawan Istana, CNN Indonesia Minta Penjelasan Resmi
CNN Indonesia Minta Penjelasan Istana
Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, mengaku pihaknya sangat terkejut dengan keputusan BPMI. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan atau penjelasan resmi mengenai alasan pencabutan kartu liputan itu.
“Instruksi agar koresponden kami menyerahkan kartu ID Istana tentu membuat kami terkejut. Hingga saat ini belum ada keterangan jelas terkait latar belakang keputusan itu,” ujar Titin dalam keterangan.
Titin menilai Diana memiliki rekam jejak yang baik selama bertugas. Sejak bergabung sebagai pewarta Istana pada Oktober 2024, Diana disebut menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Baca Juga: Diplomasi Maraton Prabowo: Dari Jepang hingga Belanda, Indonesia Pulang Membawa Hasil Besar
Karena itu, CNN Indonesia berharap BPMI maupun Sekretariat Presiden memberikan klarifikasi menyeluruh.
Menurut Titin, pencabutan ID tidak hanya merugikan Diana secara pribadi, tetapi juga membatasi akses CNN Indonesia dalam meliput kegiatan Presiden.
“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta penjelasan lengkap atas keputusan tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Sentuh 5.914 Korban, Prabowo Tegaskan Evaluasi dan Larangan Politisasi