Ia menekankan bahwa semua pihak harus mengakui kelemahan sistem agar perbaikan bisa segera dilakukan, tanpa mencari kambing hitam.
Baca Juga: Polemik Stok BBM di SPBU Swasta: Monopoli Pertamina atau Kolaborasi Darurat?
Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat, per 24 September 2025 ada 500 anak keracunan dari 3.800 penerima MBG di Cipongkor. Kasus serupa juga muncul di Mekarmukti Cihampelas dengan lebih dari 50 siswa terdampak.
Gelombang korban yang terus bertambah menandakan bahwa sistem distribusi MBG masih menyimpan banyak celah berbahaya. Para pakar menilai, menghidupkan kembali kantin sekolah bisa menjadi langkah strategis untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.***