nasional

Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga

Jumat, 26 September 2025 | 09:14 WIB
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi. (Instagram/badangizinasional.ri)

TITIKTEMU.CO - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara terkait dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 12 Kecamatan Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat.

Sebanyak 24 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu ikan hiu yang disajikan sebagai bagian dari MBG.

Ikan Hiu Disebut Bagian dari Kearifan Lokal

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa menu ikan hiu dipilih sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat setempat.

Baca Juga: Program MBG Diterpa Badai Keracunan, Menu Burger hingga Spageti Jadi Sorotan Ahli Gizi

“Menu apapun yang menjadi bagian kearifan lokal bisa dipakai dalam MBG. Misalnya di wilayah tertentu banyak tongkol, maka itu yang dipakai. Di Benua Kayong, hiu memang biasa dihidangkan,” kata Nanik di Bogor, Kamis 25 September 2025.

Ia menambahkan, menu ikan hiu sudah dua kali digunakan dalam program MBG di daerah tersebut. Namun, jika terbukti memicu keracunan, makanan itu akan dihentikan penggunaannya.

Keracunan atau Alergi?

Nanik juga menyinggung kemungkinan perbedaan antara keracunan dan alergi makanan. Menurutnya, tidak semua kasus sakit bisa langsung dikategorikan sebagai keracunan.

Baca Juga: BGN Tutup Dapur SPPG Penyebab Keracunan Massal MBG, Bentuk Tim Investigasi Khusus

“Ada yang karena alergi, misalnya udang atau mayonaise. Jadi tidak semua kasus murni keracunan,” jelasnya.

BGN sendiri sudah melakukan pendataan alergi siswa penerima manfaat MBG, namun kemungkinan masih ada sekolah yang terlewat.

“Hasil investigasi menunjukkan, sebagian kasus bukan keracunan melainkan alergi,” tambahnya.

Kontroversi Menu Serangga di Awal Program MBG

Halaman:

Tags

Terkini