nasional

BGN Tutup Dapur SPPG Penyebab Keracunan Massal MBG, Bentuk Tim Investigasi Khusus

Kamis, 25 September 2025 | 22:31 WIB
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang bakal tutup SPPG Bermasalah. (bgn.go.id)

TITIKTEMU.CO - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengambil langkah tegas setelah maraknya kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah. Salah satunya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang dalam tiga hari menelan lebih dari 1.300 korban siswa. Pemerintah daerah bahkan menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menanggapi kondisi tersebut, BGN langsung mengeluarkan kebijakan berupa penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah serta membentuk tim investigasi khusus untuk memastikan keamanan pangan program MBG.

Dapur MBG Bermasalah Ditutup Tanpa Batas Waktu

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa dapur SPPG yang terindikasi menjadi penyebab keracunan telah resmi ditutup.

Baca Juga: Misteri Dalang Demo Agustus 2025: Polri Buru Mastermind, Dugaan Pendana Gelap hingga Spekulasi Aktor Asing

“Hari ini sudah kita keluarkan surat kepada semua dapur yang kemarin bermasalah, khususnya yang paling banyak kasus di September. Statusnya bukan lagi tutup sementara, tapi ditutup tanpa batas waktu hingga investigasi selesai,” jelas Nanik di Bogor, Kamis (25/9/2025).

Verifikasi Dapur Akan Diperketat

Nanik menambahkan, BGN akan memperketat proses verifikasi dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menyoroti kemungkinan adanya manipulasi dalam proses verifikasi sebelumnya.

“Biasanya SPPG hanya kirim foto, lalu diverifikasi oleh koordinator regional. Bisa saja ada kongkalikong sehingga dapur yang tidak layak tetap lolos. Ke depan, kita akan lakukan inspeksi langsung ke lapangan. Kalau terbukti bermasalah, langsung ditutup,” tegasnya.

Baca Juga: Jadwal Sharing Time Ustaz Hanan Attaki 2025: Dari Lombok hingga Samarinda, Catat Tanggalnya!

Tim Investigasi Khusus Dibentuk

BGN juga membentuk Tim Investigasi Keamanan Pangan yang dipimpin langsung oleh Nanik. Tim ini terdiri dari ahli kimia, farmasi, dan kesehatan yang bertugas meneliti mulai dari proses memasak hingga kualitas bahan baku.

“Kami membentuk Tim Investigasi ini sebagai second opinion. Jadi sebelum hasil resmi BPOM keluar, BGN bisa lebih cepat mengidentifikasi penyebab keracunan,” jelas Nanik dalam konferensi pers di kantor BGN, Senin (22/9/2025).

Instruksi Simpan Sampel Makanan

Halaman:

Tags

Terkini