Ferry menegaskan metode data analytics, scraping, dan OSINT (open source intelligence) dapat menjadi pintu masuk aparat. Namun hasil digital harus diperlakukan sebagai langkah awal, bukan kesimpulan akhir.
Meski berbagai analisis muncul, mulai dari dugaan pendanaan gelap hingga campur tangan asing, sosok dalang utama kerusuhan Agustus 2025 masih misterius.
Polri menegaskan investigasi akan terus berlanjut, sementara publik menanti kepastian siapa sebenarnya mastermind yang disebut mengatur kerusuhan nyaris serentak di berbagai daerah tersebut.***