Ratusan Laporan dan Pengungsi
Banjir yang melanda Bali sejak Rabu memicu 210 laporan kejadian bencana. Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, kejadian itu terdiri dari:
144 titik banjir
27 titik tanah longsor
19 titik pohon tumbang
Kota Denpasar menjadi wilayah dengan laporan banjir terbanyak, yakni 81 titik. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan sejumlah fasilitas umum ikut terdampak.
Sementara dari 562 warga yang mengungsi, rinciannya terdiri dari 235 orang di Kota Denpasar dan 327 orang di Kabupaten Jembrana. Mereka ditampung di sejumlah posko darurat, termasuk di Banjar Sedana Mertha, Ubung.
Status Tanggap Darurat
Hingga saat ini, Bali masih dalam status tanggap darurat bencana banjir. Tim gabungan terus bekerja untuk mencari korban hilang, mengevakuasi warga, serta mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut pemerintah daerah bersama BNPB akan memastikan semua korban dan pengungsi mendapat penanganan cepat.
“Upaya pencarian korban hilang terus dilakukan. Kami juga memastikan kebutuhan pengungsi, termasuk makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, tetap terpenuhi,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Besar Landa Bali, Dua Tewas, Jalur Transportasi Lumpuh
Tantangan di Lapangan
Meski pencarian korban terus berlangsung, tim SAR menghadapi beberapa kendala. Debit air yang masih tinggi, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta akses menuju titik bencana menjadi hambatan utama.
Namun, berkat kerja sama antara berbagai pihak, operasi penyelamatan tetap berjalan. Sejumlah relawan juga ikut membantu dalam pendistribusian logistik dan mendukung kebutuhan dasar warga di posko pengungsian.