nasional

Apa Tugas dan Kewenangan DKPP? Sejarah, Alur dan Fungsinya

Kamis, 11 September 2025 | 12:50 WIB
Ilustrasi Apa Tugas dan Kewenangan DKPP? Sejarah, Alur dan Fungsinya (IST)

TITIKTEMU.CO - Pemilu yang jujur, adil, dan bebas konflik kepentingan bukan hanya soal aturan teknis, tetapi juga soal integritas penyelenggaranya. Di sinilah peran DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menjadi sangat penting. Sebagai "pengadilan etik" bagi penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu, DKPP berfungsi menjaga profesionalitas dan netralitas dalam setiap proses pemilu di Indonesia.

Namun, apa sebenarnya tugas DKPP? Bagaimana lembaga ini bekerja? Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian, fungsi, dasar hukum, hingga alur penanganan perkara etik di DKPP. Jika kamu penasaran dengan fungsi DKPP atau ingin tahu bedanya dengan KPU dan Bawaslu, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu DKPP?

DKPP adalah singkatan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, DKPP memiliki tugas utama menangani dugaan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

Lembaga ini berdiri sejajar dengan KPU dan Bawaslu, tetapi memiliki fungsi berbeda. Jika KPU bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis pemilu dan Bawaslu mengawasi jalannya pemilu, maka DKPP berperan sebagai "rem etik". Artinya, DKPP memastikan penyelenggara pemilu tetap profesional, imparsial, dan bebas dari konflik kepentingan.

Dasar Hukum dan Sejarah Singkat DKPP

Pendirian DKPP memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu UU No. 7 Tahun 2017 (Bab Penyelenggara Pemilu). Sebelum menjadi lembaga tetap seperti sekarang, DKPP pernah berbentuk ad hoc dengan nama DK-KPU di era UU No. 12 Tahun 2003. Seiring waktu, desain kelembagaan ini berevolusi hingga melahirkan DKPP yang kita kenal saat ini.

Selain itu, mekanisme kerja DKPP juga diatur dalam berbagai peraturan internal seperti Peraturan DKPP No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara dan Peraturan DKPP No. 4 Tahun 2017 tentang Kode Etik & Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Tugas dan Kewenangan DKPP

DKPP memiliki tugas utama menerima pengaduan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. Setelah menerima laporan, DKPP akan:

  1. Memeriksa bukti-bukti yang diajukan oleh pelapor.
  2. Melakukan sidang etik untuk memutus perkara tersebut.
  3. Menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar kode etik, seperti peringatan hingga pemberhentian dari jabatan.

Penting untuk dicatat bahwa DKPP hanya menangani perkara etik, bukan perkara pidana atau sengketa hasil pemilu.

Alur Penanganan Perkara Etik di DKPP

Bagaimana sih proses penanganan perkara di DKPP? Berikut alur singkatnya:

  1. Pengaduan: Pelapor menyampaikan dugaan pelanggaran kode etik melalui mekanisme resmi yang telah ditentukan.
  2. Pemeriksaan Awal: DKPP memverifikasi laporan untuk memastikan kelengkapan dokumen dan relevansi kasus.
  3. Sidang Etik: Setelah laporan dinyatakan lengkap, DKPP menggelar sidang etik untuk mendengarkan keterangan dari pelapor, terlapor, dan saksi-saksi terkait.
  4. Putusan: DKPP menjatuhkan putusan yang bersifat final dan mengikat.

Sifat Putusan Final dan Mengikat

Salah satu hal yang membedakan DKPP dengan lembaga lainnya adalah sifat putusannya yang "final dan mengikat". Artinya, keputusan DKPP tidak dapat digugat atau diubah oleh lembaga lain, termasuk pengadilan umum. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran DKPP sebagai pengawal integritas penyelenggara pemilu di Indonesia.

Perbedaan DKPP dengan KPU dan Bawaslu

Meskipun sama-sama bagian dari penyelenggara pemilu, DKPP, KPU, dan Bawaslu memiliki fungsi yang berbeda:

  • KPU bertugas menyelenggarakan pemilu secara teknis, seperti pendaftaran calon dan penghitungan suara.
  • Bawaslu berperan mengawasi jalannya pemilu agar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
  • DKPP fokus pada penegakan kode etik penyelenggara pemilu untuk menjaga profesionalitas dan netralitas mereka.

Demikianlah informasi mengenai DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu), lembaga penting dalam ekosistem kepemiluan Indonesia. Dengan tugas utama menangani pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, DKPP berperan menjaga integritas proses demokrasi di negeri ini.***

Terkini