nasional

Menteri PKP Maruarar Sirait: KUR Perumahan Hadir untuk Dukung UMKM dan Kontraktor Lokal

Senin, 8 September 2025 | 10:18 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait minta HIPMI selektif memilih anggota yang ikut KUR Perumahan. (Tangkapan layar YouTube HIPMI TV)

TITIKTEMU.CO - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan merupakan program yang sepenuhnya berpihak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pria yang akrab disapa Ara ini menekankan bahwa KUR Perumahan adalah terobosan yang baru hadir di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini ada program KUR khusus perumahan. Ini program Presiden Prabowo yang jelas berpihak kepada UMKM,” ujar Ara saat Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (7/9/2025).

Baca Juga: 4 Cara Alami Mengatasi Pigmentasi Bibir agar Lebih Cerah dan Sehat

Skema KUR Perumahan: Supply dan Demand

Ara menjelaskan, KUR Perumahan terbagi ke dalam dua skema utama, yakni:

  • Supply: ditujukan bagi kontraktor, developer, hingga toko bangunan dengan total dana sebesar Rp117 triliun.
  • Demand: difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan perumahan.

Dalam kesempatan tersebut, Ara juga meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk lebih ketat dalam menyeleksi anggotanya yang terlibat di sektor perumahan.

“HIPMI harus serius mengkurasi anggotanya. Pastikan mereka benar-benar kontraktor yang riil, punya karya, dan profesional,” tegasnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Lipstik Pink untuk Kulit Sawo Matang: Fresh, Natural, dan Anti Pucat

Antikorupsi dalam Program KUR Perumahan

Ara mengingatkan bahwa program KUR di masa lalu pernah tersandung kasus korupsi. Beberapa pelakunya sudah ditangkap aparat penegak hukum.

“Saya doakan tidak ada kader HIPMI yang ikut-ikutan melakukan korupsi KUR. Kalau ada niat tidak baik, lebih baik jangan ikut, karena program ini untuk rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan untuk memastikan program berjalan transparan dan bersih dari penyalahgunaan.

“Kalau ada yang jujur, jangan ragu ikut. Tapi kalau ada yang punya niat tidak baik, saya jamin pasti masuk penjara,” kata Ara menegaskan.

Halaman:

Tags

Terkini