Menurut Kombes Pol Hendra Rochmawan, patroli gabungan TNI-Polri menemukan adanya kelompok berpakaian hitam yang diduga anarko.
Mereka disebut menutup jalan dengan batu, kayu, hingga membakar ban.
“Tujuan mereka jelas, memancing aparat masuk kampus agar tercipta bentrokan dengan mahasiswa,” kata Hendra.
Ia menambahkan, provokator bahkan melempar bom molotov ke arah patroli polisi dan kendaraan Brimob.
Polisi pun menembakkan gas air mata ke jalan, yang akhirnya terbawa angin ke arah parkiran Unisba.
Klarifikasi soal Isu Polisi Masuk Kampus
Hendra menegaskan kabar bahwa aparat masuk kampus lalu menembakkan gas air mata adalah hoaks.
Ia menuding ada framing di media sosial yang sengaja dibuat untuk membenturkan mahasiswa dengan aparat.
“Kami tidak terpancing. Gas air mata ditembakkan di jalan raya, bukan di dalam kampus,” ujarnya.
Suasana Bandung yang Memanas
Insiden ini menambah panjang daftar demo mahasiswa Bandung yang berujung ricuh.
Dari kaca masjid pecah, motor terbakar, hingga mahasiswa pingsan, peristiwa malam itu meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.***