Tragedi ini memicu gelombang kemarahan. Massa dari pengemudi ojol hingga warga menggelar aksi di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.
Situasi sempat memanas ketika demonstran membakar pos polisi di bawah flyover Senen.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, seraya berjanji mengusut kasus ini secara transparan.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto ikut angkat suara.
Ia menegaskan rasa kecewanya terhadap tindakan Brimob, serta memerintahkan agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku diberi hukuman sekeras-kerasnya.
Publik Menanti Keadilan
Kini, sorotan publik tertuju pada proses pemeriksaan tujuh anggota Brimob tersebut.
Apakah transparansi live Instagram cukup untuk mengembalikan kepercayaan?
Atau justru menambah tekanan agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu?***