NHK dari Jepang menilai protes ini lahir dari kondisi ekonomi yang berat.
Ribuan pengunjuk rasa, termasuk mahasiswa, berusaha mendekati gedung parlemen untuk menolak gaji serta tunjangan DPR yang dianggap berlebihan.
Laporan itu juga menyebut aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Iran dan Turki: Sorotan dari Timur Tengah
Dari Teheran, Press TV mengabarkan bahwa terdapat dua aksi besar pada hari yang sama: satu digerakkan oleh mahasiswa dan kelompok sipil, sementara yang lain datang dari kalangan buruh.
Keduanya berujung ricuh setelah polisi menurunkan meriam air dan gas air mata.
Sementara itu, Anadolu Agency asal Turki menggarisbawahi tuntutan buruh terkait kenaikan upah dan penolakan outsourcing.
Media ini juga menyoroti kemarahan publik atas tunjangan DPR yang semakin memperlebar jurang dengan rakyat kecil.
DPR Mulai Tersudut
Di bawah tekanan massa, DPR akhirnya memberi klarifikasi.
Menurut laporan The Jakarta Post yang dikutip Anadolu Agency, tunjangan besar itu hanya akan berlaku sampai Oktober.
Meski begitu, protes rakyat terlanjur menyulut perhatian dunia, membuat politik Indonesia jadi bahan pembicaraan di kancah global.***