TITIKTEMU.CO - Dalam beberapa tahun terakhir, tren pernikahan semakin beragam. Jika sebelumnya ada intimate wedding, kini ada tren lain yang lebih sederhana namun tidak kalah berkesan, yaitu micro wedding.
Micro wedding adalah pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, biasanya kurang dari 50 orang. Berbeda dengan pernikahan tradisional dengan ribuan tamu, micro wedding lebih mengutakan suasana hangat dan personal.
Menurut Helen Pye, penulis di situs pernikahan Hitched, micro wedding umumnya lebih hemat biaya, lebih santai, dengan durasi acara yang lebih singkat.
Baca Juga: Fenomena Gen Z Stare yang Lagi Viral: Tatapan Kosong Bikin Bingung Generasi Tua
Apa Itu Microwedding?
Sederhananya, micro wedding adalah pernikahan skala kecil dengan 20-50 tamu. Konsep ini tetap menekankan detail dekorasi, jamuan makan, hingga momen sakral. Namun, semuanya dikemas lebih hangat dan personal.
Berbeda dengan pesta pernikahan besar yang formalitas, micro wedding memberi keleluasaan pasangan menikmati hari istimewanya. Tamu yang hadir orang terdekat, keluarga inti dan sahabat, sehingga suasana lebih hangat.
Popularitas micro wedding meningkat sejak pandemi COVID-19. Aturan pembatasan sosial membuat pesta besar tidak memungkinkan. Maka, banyak pasangan memilih melangsungkan pernikahan dalam skala kecil.
Ternyata, meski aturan pandemi sudah lama dilonggarkan, konsep ini tetap bertahan bahkan semakin digemari. Banyak orang menyadari bahwa pesta sederhana justru lebih bermakna dan tidak membebani.
Baca Juga: Ganti FOMO dengan JOMO: 3 Cara Menikmati Hidup Tanpa Ikut Tren
Alasan Micro Wedding Diminati
Tren micro wedding paling banyak digemari generasi milenial dan Gen Z. Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih pernikahan sederhana dibanding pesta besar, yaitu:
Lebih Menghargai Pengalaman: Generasi muda lebih peduli pada pengalaman pribadi yang berkesan daripada kemewahan pesta. Momen intim bersama orang-orang terdekat terasa lebih berharga.
Pertimbangan Finansial: Biaya pernikahan tradisional bisa sangat besar, bahkan sampai ratusan juta rupiah. Micro Wedding memungkinkan pasangan menekan biaya dan mengalokasikan anggaran untuk hal lain.
Artikel Terkait
Soft Saving: Tren Menabung Ala Gen Z yang Santuy Tapi Worth It
#KaburAjaDulu, Tapi Jangan Lupa Legal! Raffi Ahmad & Menteri Karding Bahas Tren Pekerja Migran
Apa Arti No Face April Instagram? Tren Kreatif Tanpa Wajah yang Memikat Banyak Pengguna IG
Arti Kakeh Ceremi Sarah Madura: Asal-Usul, dan Tren Viral di Media Sosial
Tren TikTok "Dame Un Grrr Un Que": Arti, Asal Usul, dan Alasan Viral di Indonesia
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
Temukan Kedamaian! Ini 7 Kota Terbaik untuk Liburan Slow Living di Indonesia, Cocok untuk Healing dan Menenangkan Diri
Fenomena Rojali dan Rohana Menurut Psikolog: Antara Kebutuhan Sosial, Gengsi, dan Tren Media Sosial
Tren Liburan Gen Z: Hemat, Ramah Lingkungan, dan Penuh Petualangan