TITIKTEMU.CO - Bagi banyak keluarga, asuransi jiwa bukan sekadar produk keuangan, melainkan jaring pengaman ketika risiko tak terduga datang.
Dua jenis yang paling populer adalah asuransi berjangka dan asuransi seumur hidup. Keduanya sama-sama penting, tetapi memiliki fungsi dan tujuan berbeda.
Asuransi Berjangka: Murah tapi Terbatas
Asuransi berjangka atau term life insurance dirancang hanya untuk periode tertentu, misalnya hingga usia 72 tahun.
Jika tertanggung meninggal dalam masa perlindungan, ahli waris akan menerima manfaat sesuai kontrak.
Premi jenis ini relatif lebih ringan, sehingga cocok bagi keluarga muda yang ingin perlindungan tanpa beban biaya tinggi.
Baca Juga: Organisasi Pelajar NU Soroti Food Tray MBG, Tekankan Keamanan dan Kehalalan
Asuransi Seumur Hidup: Proteksi Sekaligus Tabungan
Sebaliknya, asuransi seumur hidup atau whole life insurance berlaku sepanjang usia tertanggung.
Premi memang lebih mahal, tetapi ada nilai tambah: sebagian premi disimpan sebagai nilai tunai yang terus berkembang dan bisa ditarik atau dipinjam di masa depan.
Dengan begitu, polis ini tidak hanya melindungi, tetapi juga membangun cadangan keuangan.
Baca Juga: Zulhas Ungkap Teguran Prabowo Soal Sampah, Apa Isinya?
Menentukan Polis yang Tepat
Investopedia menekankan bahwa memilih polis tak bisa dilakukan sembarangan. Pertama, evaluasi kondisi finansial keluarga—dari kebutuhan harian, cicilan, biaya pendidikan anak, hingga aset yang sudah dimiliki.