Isu Lain: Sejarah, Ekonomi, dan Kriminalisasi Gerakan Rakyat
Tak berhenti di soal legislasi, massa juga menolak wacana penulisan ulang sejarah, pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto, hingga perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat yang dikhawatirkan merugikan kedaulatan ekonomi nasional.
Mereka juga menyuarakan penghentian kriminalisasi dan intimidasi terhadap gerakan rakyat, serta mendesak pembebasan 11 warga Maba Sangadji yang masih mendekam di tahanan.
Baca Juga: Demo 25 Agustus 2025 Hari Ini: Ricuh, Polisi Gunakan Water Cannon untuk Kendalikan Massa
Dua Tuntutan Utama: Amandemen dan Hapus Tunjangan DPR
Dalam resolusi yang mereka sebut sebagai akumulasi pengkhianatan politik, mahasiswa menegaskan dua tuntutan utama:
1. MPR diminta melakukan amandemen untuk merestrukturisasi DPR, agar kembali benar-benar menjadi representasi rakyat.
2. Penghapusan tunjangan DPR, yang dianggap simbol pemborosan anggaran sekaligus privilese pejabat.
Aksi Berlanjut Hingga Malam
Hingga pukul 19.00 WIB, massa aksi masih bertahan di depan Gerbang Pancasila, Gedung DPR RI. Sempat terjadi ketegangan antara peserta aksi dengan aparat kepolisian, membuat barisan demonstran terpecah menjadi dua kelompok.
Meski begitu, mereka menegaskan akan tetap bersuara selamaaspirasi rakyat belum juga didengar.***