TITIKTEMU.CO - Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Tepat pada 17 Agustus nanti, negara akan merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara utama, sebagaimana tradisi tahunan, akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta. Lokasi ini menjadi pusat perhatian karena menjadi simbol perayaan resmi yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden.
Kesempatan Emas untuk Masyarakat
Momen sakral ini tidak hanya dihadiri oleh tamu negara, pejabat tinggi, dan perwakilan dari berbagai lembaga, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum.
Namun, untuk bisa hadir langsung, warga harus melalui proses pendaftaran dan berhasil mendapatkan undangan resmi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa kuota kehadiran dibatasi ketat:
- 8.000 tamu pada sesi pagi untuk Upacara Detik-detik Proklamasi.
- 8.000 tamu pada sesi sore untuk Upacara Penurunan Bendera.
Total 16.000 undangan ini memang terlihat besar, namun nyatanya tidak mampu menampung seluruh antusiasme masyarakat.
“Tetapi sekali lagi, karena keterbatasan tempat, tidak bisa semuanya tertampung.Full semua,” jelas Prasetyo dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/8/2025).
Baca Juga: Promo Merdeka Sambut HUT RI ke-80, KAI Diskon Tiket Kereta Api 20 Persen
Proses Mendapatkan Undangan
Masyarakat yang berminat hadir harus mendaftar secara online melalui laman resmi Sekretariat Negara atau aplikasi yang telah disediakan. Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta akan mendapatkan undangan elektronik (e-ticket).
Namun, e-ticket ini wajib ditukar dengan undangan fisik sebagai akses masuk ke Istana Merdeka.
Jadwal penukaran undangan fisik telah dimulai sejak Rabu, 13 Agustus 2025 dan akan berakhir pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Lokasi penukaran biasanya berada di area yang ditentukan panitia, lengkap dengan verifikasi identitas.