Beberapa kendaraan dimodifikasi sedemikian rupa untuk membawa speaker besar yang disusun menjulang.
Bahkan, ada dua sisi speaker raksasa yang saling berhadapan, menciptakan "lorong suara" dengan volume tinggi yang memekakkan telinga.
Suara dentuman bass terdengar nyaring, bergema di sepanjang jalan.
Festival ini jelas bukan sekadar hiburan musik—ia sudah menjadi pertunjukan kekuatan suara, adu keras-kerasan antara tim sound system.
Tampilan ini tak jauh berbeda dari fenomena lomba sound system di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam hajatan seperti pernikahan, sunatan, atau acara kampung lainnya, adu besar dan kerasnya speaker sudah seperti tradisi tak tertulis.
Baca Juga: Tak Usah Dikabari Kalau Meninggal, Kisah Pilu Mbah Nortaji Menyayat Hati Warganet
Netizen Indonesia: “Ini Mah Sound Horeg Internasional!”
Warganet Indonesia langsung membanjiri kolom komentar dengan candaan dan pengakuan bahwa mereka merasa relate.
Istilah "sound horeg" pun kembali mencuat—merujuk pada fenomena lokal yang sering jadi sorotan karena volumenya yang kerap mengganggu lingkungan.
“Kayak pernah liat, tapi di mana ya?” tulis salah satu netizen, menyindir betapa akrabnya situasi itu.
Sebagian warganet menertawakan kemiripan tersebut, tapi ada juga yang menyoroti bahwa kejadian serupa di Indonesia tak jarang memicu konflik sosial, terutama terkait kebisingan dan gangguan ketertiban umum.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi pasti mengenai lokasi kejadian di India atau tanggapan dari otoritas setempat.
Namun yang pasti, video ini sudah cukup menghibur dan memicu diskusi di dunia maya.
Tak sedikit netizen yang berkomentar bahwa video ini menjadi semacam "penghibur nasional" karena menggambarkan fenomena yang sangat familiar, tapi dalam versi internasional.