“Demokrasi itu bukan tujuan negara, tapi instrumen untuk mencapainya.
Maka dari itu, kita harus cari instrumen terbaik yang selaras dengan budaya ketimuran kita, bukan cuma meniru sistem luar,” ucapnya lagi.
Ia berharap semua pihak bisa melakukan introspeksi dan terbuka pada perubahan yang memungkinkan sistem politik berjalan lebih harmonis tanpa gesekan horizontal di akar rumput.
Baca Juga: Konflik Memanas, Thailand dan Kamboja Sepakat Bertemu di Malaysia Bahas Gencatan Senjata
Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD memang menuai pro dan kontra. Namun suara Bahlil menunjukkan bahwa diskusi soal sistem demokrasi belum final.
Terlepas dari arah kebijakan ke depan, satu hal yang perlu diingat: demokrasi bukan hanya soal suara terbanyak, tapi juga tentang bagaimana suara itu membentuk tatanan yang damai dan beradab.
Pilihan format boleh berubah, tapi semangat demokrasi harus tetap hidup.***