TITIKTEMU.CO - Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, melontarkan pernyataan keras mengenai penanganan hukum yang menimpa Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong.
Ia menduga ada upaya kriminalisasi terhadap pihak yang dianggap berbeda pandangan politik dengan penguasa.
Menurut Djarot, pola ini terlihat dari para aparat mencari kesalahan hingga akhirnya memasukkan seseorang ke penjara.
"Yang mengkritik, yang berbeda, kriminalkan, cari-cari salahnya sampai ketemu,” ucapnya dalam pidato di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
Baca Juga: Pemilik Hotel Mercure di Indonesia: Bukan Satu Konglomerat, Ini Daftar Perusahaan Lokal di Baliknya
Kasus ‘Gajah’ yang Dianggap Dibiarkan
Tak berhenti di situ, Djarot menyoroti dugaan adanya kasus korupsi besar seperti minyak goreng, pengadaan pesawat jet, dan proyek infrastruktur di Sumatera Utara, yang hingga kini tak terlihat tindak lanjut hukumnya.
“Banyak banget kasus-kasus korupsi segede gajah itu, lewat! Seperti pepatah, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kutu di seberang pulau kelihatan,” ujarnya.
Sindiran ini memunculkan pertanyaan: apakah ‘gajah’ yang dimaksud merupakan metafora umum atau menyiratkan makna politik tertentu? Hingga saat ini, Djarot belum memberikan penjelasan tambahan.
Baca Juga: Mahfud MD Kritik Vonis Tom Lembong: Putusan Belum Inkrah, Tapi Sudah Salah dari Awal?
Politik dan Penegakan Hukum: Siapa Sebenarnya yang Disasar?
Pernyataan ini memicu diskusi tentang independensi penegakan hukum di Indonesia.
Baca Juga: Pakar Hukum Kritik Arah Politik Tom Lembong, Singgung Perbandingan dengan Menko Zulhas
Banyak pihak mempertanyakan apakah hukum benar-benar ditegakkan secara objektif, atau justru dipakai untuk menekan lawan politik.