nasional

Mahfud MD Kritik Vonis Tom Lembong: Putusan Belum Inkrah, Tapi Sudah Salah dari Awal?

Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:27 WIB
Tangkapan layar Mahfud MD di kanal YouTube Prof. Rhenald Kasali saat menyampaikan opininya terkait Tom Lembong. (Youtube/Prof. Rhenald Kasali)

Pernyataan ini menegaskan bahwa kontrol publik terhadap proses hukum bukanlah tindakan subversif, tapi bagian dari transparansi dan keadilan.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula, Kejagung dan Tim Tom Lembong Kompak Sindir Hotman Paris

Sekilas Kasus: Vonis 4,5 Tahun dan Kerugian Negara Rp578 Miliar

Seperti diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat telah memvonis Tom Lembong dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara karena terbukti bersalah dalam perkara korupsi impor gula.

Dalam amar putusannya, Tom juga dinyatakan telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp578 miliar.

Meski begitu, banyak pihak yang mempertanyakan apakah unsur mens rea (niat jahat) benar-benar telah terbukti secara utuh dalam kasus ini.

Perdebatan soal niat dan tanggung jawab hukum terus bergulir di ruang publik.

Kritik Konstruktif atau Intervensi?

Pernyataan Mahfud MD menjadi bagian penting dari diskusi hukum yang lebih luas: Bolehkah publik—termasuk tokoh senior—mengkritik putusan pengadilan sebelum inkrah?

Dalam konteks ini, Mahfud memberikan contoh bahwa kritik konstruktif masih punya tempat dalam demokrasi hukum Indonesia.

Dengan syarat: bukan untuk membela individu semata, melainkan menjaga kualitas keadilan dan integritas sistem hukum itu sendiri.***

Halaman:

Tags

Terkini