Peran Lingkungan dalam Pembentukan Karakter Anak
Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa anak adalah produk dari lingkungan mereka tumbuh.
Maka, tanggung jawab untuk memperbaiki perilaku anak seharusnya menjadi tugas kolektif.
> “Kalau guru tidak melakukan koreksi, orang tua juga tidak, dan lingkungan pun cuek, maka anak akan tetap menjadi korban dari sistem yang tidak peduli,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Laga Panas Lawan Malaysia, Pelatih Timnas U-23 Gerald Vanenburg Tegaskan Target Menang
Barak Militer Bukan Solusi Pendidikan
Anies tidak menafikan bahwa barak militer efektif untuk membentuk kedisiplinan dan kepatuhan, terutama bagi prajurit.
Namun, ia menekankan bahwa pendekatan tersebut tidak tepat jika diterapkan dalam ranah pendidikan anak.
> “Barak memang terbukti mendidik prajurit menjadi disiplin. Tapi masalah pendidikan anak tidak bisa diselesaikan dengan cara yang sama,” tegas Anies.
> “Pendidikan itu bukan tentang hukuman, tapi tentang proses pembentukan karakter dan pemahaman,” lanjutnya.
Pendidikan Butuh Pendekatan Humanis
Menurut Anies Baswedan, pendekatan militeristik dalam menangani anak-anak yang dianggap nakal berisiko mengabaikan faktor-faktor penting seperti kasih sayang, pendidikan karakter, dan perbaikan sistem pengasuhan.
Pendidikan seharusnya menyentuh akar permasalahan dan melibatkan seluruh pihak yang berperan dalam tumbuh kembang anak.***