Petugas Mencegah Keberangkatan dan Memberi Edukasi
Menyadari indikasi penipuan cinta, petugas langsung mengambil tindakan pencegahan.
Ia memberi pemahaman kepada wanita tersebut soal risiko love scamming, termasuk kemungkinan ditelantarkan di negara tujuan, atau bahkan menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking).
“Saya sudah sering menemukan kasus seperti ini. Banyak yang akhirnya jadi korban penipuan,” ujar petugas.
Ia juga menegaskan, “Kalau kamu ditinggal di sana, siapa yang bertanggung jawab? Jangan sampai jadi korban human trafficking.”
Imigrasi Jakarta: Love Scamming Adalah Ancaman Nyata
Dalam keterangan pada unggahan Instagram tersebut, pihak Imigrasi Jakarta Selatan memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas agar lebih berhati-hati dengan orang asing yang dikenalnya dari media sosial, terutama yang menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
“Love scamming itu nyata. Imigrasi turut berperan dalam mencegah dan mengawasi potensi korban yang dimanfaatkan untuk tujuan ilegal,” tegas pihak Imigrasi.
Respons Netizen: Bentuk Kepedulian yang Mencerahkan
Unggahan tersebut mendapat banyak komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan wanita itu yang terlalu percaya pada kenalan daring.
“Mbak sadar mbak, dirimu hanya dimanfaatkan,” tulis akun @miarikaputri.
“Baru pacaran pertama kali kali ya, langsung baper. Kenapa malah perempuannya yang nyusul ke luar negeri?” tambah akun @dianayuriati61.
Mengenal Lebih Dalam Modus Love Scamming
Modus love scamming biasanya dilakukan oleh pelaku dari luar negeri yang menyasar korban dengan pendekatan emosional.