TITIKTEMU.CO - Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan China untuk mengembangkan proyek ekosistem industri baterai listrik terintegrasi.
Proyek berskala besar ini menandai langkah serius Indonesia dalam menggarap hilirisasi industri baterai berbasis nikel dan mineral penting lainnya.
Investasi Besar Capai Rp95 Triliun
Nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek ini sangat signifikan.
Totalnya mencapai sekitar 5,9 miliar dolar AS, setara dengan Rp95,43 triliun.
Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak industri baterai nasional, mendukung pengembangan kendaraan listrik, dan membuka lapangan kerja baru.
Konsorsium Perusahaan Indonesia-China Turun Langsung
Proyek ini dikerjakan oleh sejumlah perusahaan besar dari kedua negara. Dari Indonesia, ada ANTAM dan konsorsium BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC).
Sementara dari pihak China, ada CATL—pemain utama baterai kendaraan listrik dunia—bersama Brunp dan Lygend (CBL).
Baca Juga: Bansos Juli 2025 Segera Cair Hingga Rp1,5 Juta! Simak Rincian, Jadwal, dan Cara Cek Penerima
Kolaborasi ini diharapkan bisa memadukan keunggulan masing-masing pihak untuk membangun rantai pasok baterai listrik yang terintegrasi di Indonesia.
Kolaborasi Saling Melengkapi Antara SDA dan Teknologi
Dalam sambutannya saat groundbreaking di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat pada Minggu, 29 Juni 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kerja sama ini.