TITIKTEMU.CO - Kementerian Agama (Kemenag) telah memasuki tahap pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2025.
Ribuan jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air secara bertahap melalui penerbangan dari Arab Saudi.
Namun, proses ini tidak sepenuhnya berjalan mulus karena adanya dinamika di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi jalur penerbangan.
Baca Juga: 5 Catatan Haji 2025 dari Arab Saudi: Ini Respons Kemenag dan Solusi di Lapangan
Dampak Perang Israel-Iran pada Jalur Penerbangan Haji
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengonfirmasi bahwa konflik antara Israel dan Iran sempat berdampak terhadap penerbangan jemaah haji Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa ketegangan yang terjadi menyebabkan adanya penyesuaian rute penerbangan, khususnya yang melintasi wilayah sekitar Doha, Qatar.
"Serangan yang mengarah ke Doha membuat jalur penerbangan harus sedikit berbelok ke arah kiri.
Ini yang sempat kami khawatirkan," ujar Menag dalam pernyataan resminya yang dikutip dari laman Kemenag, Kamis, 26 Juni 2025.
Baca Juga: Kapan Wukuf di Arafah di Haji 2025? Ini Jadwal Puncak Haji dan Rangkaian Kegiatannya
Penyesuaian Rute dan Keterlambatan Penerbangan
Akibat situasi tersebut, beberapa penerbangan jemaah mengalami keterlambatan.
Menurut informasi yang diterima Menteri Agama, setidaknya ada satu penerbangan yang tidak dapat berangkat sesuai jadwal.
Namun demikian, kondisi ini tidak berlangsung lama. “Saya dengar hari ini sudah mulai lancar lagi, mudah-mudahan terus membaik,” tambahnya dengan optimisme.