Kedalaman awal jurang diperkirakan antara 15 hingga 200 meter, namun korban diketahui sudah berada pada titik lebih dalam dari yang diperkirakan.
Tim SAR akhirnya berhasil mengangkat jenazah Juliana dari jurang pada Rabu, 25 Juni 2025 setelah proses evakuasi yang dilakukan sejak pukul 06.00 WITA. Pada pukul 13.51 WITA, jenazah berhasil dibawa ke anchor point atas.
Baca Juga: Cara Login SIPLah Tanpa Kode OTP: Solusi Kendala Saat Lupa Autentikasi Dua Langkah
Jenazah Juliana Tiba di RS Bhayangkara Polda NTB
Setelah berhasil diangkat, jenazah kemudian dibawa ke Resort Sembalun dan tiba pada pukul 20.40 WITA. Dari sana, langsung diteruskan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk proses lebih lanjut.
Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan bahwa evakuasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk relawan seperti Agam, yang mempertaruhkan nyawa demi misi kemanusiaan.
Apresiasi untuk Para Relawan di Balik Layar
Cerita Agam Rinjani menjadi salah satu bukti nyata bagaimana dedikasi para relawan SAR di lapangan sering kali luput dari perhatian publik.
Bermalam di tebing curam demi menjaga jenazah adalah bentuk keberanian dan rasa kemanusiaan yang tinggi.
Tragedi ini mengingatkan kita bahwa pendakian gunung bukan hanya soal menaklukkan alam, tetapi juga harus disertai persiapan dan kesadaran penuh akan risiko yang bisa terjadi kapan saja.***