Baca Juga: Diboikot di Bioskop, Film A Business Proposal Versi Indonesia Kini Nomor 1 di Netflix
Lastini pun nekat membawa dua anaknya yang lain, Lia (Taskya Namya) dan Rama (Raffan Al Aryan), melintasi Pulau Jawa. Tujuannya tak lain mencari pertolongan dukun, orang pintar, dan tabib tradisional.
Mereka perjalanan fisik, spiritual dan emosional. Setiap tempat yang mereka datangi menyimpan kisah mistis, dan orang-orang yang mereka temui membawa mereka makin dekat pada masa lalu keluarganya.
Nasib Arum makin gawat karena bocah itu akan berulang tahun pada tahun kabisat. Dalam mitos Jawa, tahun ini dipercaya sebagai waktu bagi roh-roh jahat untuk mengambil Arum. Lastini hanya punya lima hari untuk menyelamatkan Arum.
Campuran Ketegangan, Emosi, dan Budaya Lokal
Jalan Pulang berhasil membungkus kisah horor dengan elemen budaya lokal yang kuat. Ritual tradisional, kepercayaan masyarakat tentang tahun kabisat, hingga penggambaran suasana desa di Jawa ditampilkan sangat autentik.
Film horor ini juga menonjolkan sisi emosional dari seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi anak-anaknya. Di balik teror yang menyeramkan, film ini menyuguhkan kisah kasih sayang keluarga.
“Saya ingin penonton keluar dari bioskop bukan hanya karena takut, tapi juga tergerak hatinya,” kata Jeropoint.***