Film Dokumenter Indonesia Mama Jo Menang di Golden FEMI Festival, Angkat Isu Disabilitas

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 9 Juni 2025 | 20:39 WIB
Film Dokumenter Indonesia Mama Jo Menang di Golden FEMI Festival, Angkat Isu Disabilitas. (Antara/KBRI Sofia)
Film Dokumenter Indonesia Mama Jo Menang di Golden FEMI Festival, Angkat Isu Disabilitas. (Antara/KBRI Sofia)

TITIKTEMU.CO - Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Film dokumenter pendek Mama Jo meraih penghargaan sebagai Best Short Documentary di ajang Golden FEMI Film Festival 2025.

Festival ini digelar di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria, Sabtu, 7 Juni 2025. Penghargaan tersebut diterima oleh Irvan Fachrizal, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sofia.

Irvan mewakili sutradara Ineu Rahmawatimengatakan kemenangan Mama Jo menjadi tonggak baru bagi perfilman Indonesia, khususnya dalam kategori dokumenter pendek.

Baca Juga: Jungkook Pulang Wamil Kapaan? Jadwal Comeback BTS 2025 yang Dinantikan ARMY 

Kisah Ibu dan Anak Disabilitas

Film Mama Jo menyoroti kehidupan seorang ibu asal Indonesia bernama Santi dalam merawat anaknya, Johan, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mengidap cerebral palsy.

Kondisi ini membuat Johan memerlukan perawatan dan pendampingan penuh dari ibunya. Lewat narasi sederhana dan menyentuh, Mama Jo menyajikan potret kehidupan keluarga kecil yang menghadapi hidup dengan kekuatan hati dan ketulusan cinta.

Tanpa dramatisasi berlebihan, Mama Jo menggambarkan bagaimana Santi tetap tegar, sabar, dan penuh kasih dalam merawat anaknya yang berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Film Jumbo Tayang Internasional: Resmi Hadir di Rusia, Belarus hingga Uzbekistan 

Isu Disabilitas Perlu Disuarakan

Film dokumenter ini bukan sekadar menampilkan visual keseharian Santi dan Johan. Mama Jo juga berfungsi sebagai medium untuk menyuarakan suara kaum disabilitas dan keluarganya, yang seringkali terpinggirkan.

Ineu Rahmawati dikenal sebagai sutradara yang konsisten mengangkat tema sosial dan inklusi anya. Melalui Mama Jo, dia mengajak penonton untuk menengok kehidupan anak berkebutuhan khusus yang kerap dilupakan.

Dalam rekaman video yang diputar saat penerimaan penghargaan, Ineu menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada karyanya. Dia mengaku tersentuh kisah Santi dan Johan bisa sampai ke panggung dunia.

“Film ini kami buat sebagai bentuk penghormatan kepada para orang tua yang setiap hari berjuang untuk anak-anak mereka. Bahwa semua individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk dihargai, dicintai, dan diperlakukan setara,” ujar Ineu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X