Diboikot di Bioskop, Film A Business Proposal Versi Indonesia Kini Nomor 1 di Netflix

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 20 Juni 2025 | 22:35 WIB
Diboikot di Bioskop, Film A Business Proposal Versi Indonesia Kini Nomor 1 di Netflix. (Netflix)
Diboikot di Bioskop, Film A Business Proposal Versi Indonesia Kini Nomor 1 di Netflix. (Netflix)

TITIKTEMU.CO - Perjalanan A Business Proposal versi Indonesia adalah contoh nyata bagaimana nasib sebuah film dengan penontonnya bisa berubah drastis ketika berpindah platform.

Meskipun sempat dihujat dan diboikot saat penayangan di bioskop, film A Business Proposal versi Indonesia kini justru merajai tayangan di Netflix. Film ini menempati posisi nomor satu!

Diketahui, A Business Proposal versi Indonesia sempat menghadapi masa sulit saat tayang di bioskop. Warganet bereaksi negatif terhadap Abidzar Al Ghifari, salah satu pemeran utama film ini.

Baca Juga: Nonton Our Unwritten Seoul Episode 9-10 SUB INDO: Jadwal Tayang, Spoiler, dan Fakta Menarik 

Perjalanan Pahit di Bioskop

Ketika dirilis di bioskop, film yang dibintangi Ariel Tatum dan Abidzar Al Ghifari ini hanya mampu bertahan selama delapan hari di layar lebar. Cinepoint mencatat total penonton hanya mencapai 20.874 orang.

Bahkan pada hari pertama penayangan, jumlah penontonnya hanya sekitar 6.900 orang. Jumlah layar pun terus menurun dari semula lebih dari seribu layar, film ini hanya memiliki lima layar hingga pertengahan Februari.

Situasi semakin diperparah dengan rating buruk di situs IMDb, yaitu hanya 1,4 dari 10. Skor ini mencerminkan ketidakpuasan penonton serta tingginya gelombang kritik terhadap film tersebut.

Baca Juga: Trailer Baru Warkop DKI Kartun, Aksi Dono, Kasino, dan Indro Siap Bikin Ngakak, Kapan Tayang di Bioskop? 

Kontroversi Abidzar dan Aksi Boikot

Salah satu penyebab utama rendahnya minat penonton bioskop terhadap A Business Proposal versi Indonesia adalah kontroversi yang melibatkan pemeran utama pria, Abidzar Al Ghifari.

Dalam sebuah konferensi pers, Abidzar menyatakan dia tidak menonton versi asli drama Korea-nya, karena ingin membentuk karakter Utama berdasarkan interpretasinya sendiri.

Sayangnya, pernyataan tersebut disalahpahami warganet. Netizen, terutama para penggemar drama Korea (drakor), menilai sikap Abidzar sangat tidak profesional.

Baca Juga: Gowok: Kamasutra Jawa Tembus Festival Film Internasional di Amerika, Angkat Budaya Lokal ke Dunia 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X