TITIKTEMU.CO - Proyek Giant Sea Wall sepanjang 500 km di pantai utara Jawa jadi solusi ambisius hadapi perubahan iklim. Simak rencana besar Presiden Prabowo untuk masa depan pesisir!
Pernahkah terpikir bagaimana cara melindungi ribuan kilometer wilayah pesisir dari ancaman banjir rob dan kenaikan permukaan laut?
Mega proyek Giant Sea Wall kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencananya untuk merealisasikan pembangunan tanggul laut raksasa di pantai utara Jawa.
Proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga langkah strategis menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata.
Tanggul laut sepanjang 500 kilometer ini akan membentang mulai dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Biaya pembangunannya diperkirakan mencapai US$80 miliar atau sekitar Rp1.280 triliun, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia.
Meski terlihat ambisius, ide pembangunan Giant Sea Wall sebenarnya sudah ada sejak era Presiden Soeharto. Rencana ini bahkan tercatat dalam dokumen Bappenas sejak 1995.
Proyek ini berakar pada Jakarta Coastal Defense System (JCDS) yang dirancang pada masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
JCDS bertujuan melindungi Jakarta dari banjir rob parah yang melanda pada 2007. Desain awalnya melibatkan kerja sama dengan konsorsium Belanda melalui program Partners voor Water.
Kemudian, proyek ini berkembang menjadi National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dengan desain berbentuk burung garuda yang ikonik.
Pendanaan menjadi tantangan besar dalam merealisasikan proyek ini. Untuk tahap pertama JCDS saja, dibutuhkan dana hingga US$3,63 miliar, sementara NCICD memerlukan anggaran hingga US$40 miliar.
Namun, pemerintah optimis bahwa sumber dana dapat berasal dari berbagai sektor, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mendukung proyek ini. Jakarta akan mendapatkan bagian pembangunan sepanjang 19 kilometer, dengan anggaran sekitar Rp5 triliun per tahun.
Tanggul ini diharapkan mampu melindungi ibukota dari ancaman banjir rob yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.