TITIKTEMU.CO - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, melakukan kunjungan ke Pulau Gag di Kabupaten Raja Ampat untuk mengecek langsung kondisi lingkungan di wilayah yang ramai dibicarakan akibat dugaan pencemaran tambang nikel oleh PT Gag Nikel.
Kunjungan itu dilakukan pada Sabtu, 7 Juni 2025, bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Kondisi Laut Tidak Seperti di Video Viral
Menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan laut berwarna cokelat, Gubernur Elisa Kambu menyatakan bahwa kondisi di lapangan justru jauh berbeda.
Baca Juga: Indah Bak Lukisan Negeri Dongeng, Ini 7 Danau di Raja Ampat yang Bening Airnya dan Melimpah Ikannya
Dalam konferensi pers yang digelar usai kunjungan, Kambu mengungkapkan bahwa air laut di Pulau Gag masih tampak biru dan bersih.
“Tadi kita sampai di Pulau Gag. Kalau lihat di video yang viral itu, lautnya tampak cokelat. Tapi kenyataannya, tadi saya lihat sendiri, air lautnya biru,” ungkapnya kepada awak media.
Aktivitas Tambang Ikuti Aturan, Ada Reboisasi dan Reklamasi
Lebih lanjut, Kambu menegaskan bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Gag Nikel telah mengikuti regulasi yang berlaku.
Bahkan, perusahaan sudah menjalankan reboisasi dan reklamasi sebagai bagian dari kewajiban menjaga lingkungan pasca tambang.
Baca Juga: Update Longsor Tambang Gunung Kuda, Korban Tewas 21 Orang, Pencarian Masih Berlanjut
“Perusahaan itu sudah melakukan eksplorasi, reboisasi sampai reklamasi. Jadi, tanggung jawabnya terhadap lingkungan sudah dijalankan,” jelasnya.
Tuduhan Pencemaran Disebut Tidak Berdasar
Gubernur Elisa Kambu juga menyatakan bahwa tuduhan tentang kerusakan lingkungan di Pulau Gag tidak memiliki dasar kuat. dIA menyebut video viral yang beredar kemungkinan tidak berasal dari Pulau Gag.