Menteri Nasaruddin juga menyampaikan bahwa secara umum, pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung dengan baik.
Masalah-masalah teknis yang sempat muncul telah berhasil ditangani oleh tim secara sigap dan profesional.
“Alhamdulillah, hingga hari ini tidak ada kendala besar dalam penyelenggaraan haji. Kalaupun ada kekurangan kecil, bisa kami atasi dengan cepat,” ujarnya.
Baca Juga: Penyelenggaraan Haji 2025 Diperketat, Kemenag Antisipasi Visa Ilegal
Upaya Lain: Menyatukan Kembali Pasangan Jemaah yang Terpisah
Selain skema tanazul, Kemenag juga sedang berupaya mengatasi isu pemisahan pasangan jemaah akibat perbedaan layanan syarikah.
Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus berkoordinasi agar pasangan—seperti suami istri atau orang tua dan anak—dapat kembali bersama selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.***