Distem ini memastikan bahwa setiap jemaah masuk melalui skema syarikah yang telah ditentukan, dengan proses verifikasi digital yang cepat dan tertib.
“Validasi menggunakan kartu Nusuk ini akan membuat semua proses menjadi lebih rapi dan efisien,” tambahnya.
3. Pengelolaan Pergerakan Jemaah di Puncak Haji
Fungsi ketiga dari kartu Nusuk akan sangat terasa saat puncak ibadah haji, yakni saat jutaan jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah, lalu ke Muzdalifah dan Mina.
Baca Juga: Skandal Proyek Rp5 Triliun: 3 Pimpinan Kadin Cilegon Ditetapkan Tersangka oleh Polda Banten
Kartu ini menjadi acuan utama dalam pengelolaan data jemaah, termasuk untuk pengaturan transportasi dan penempatan.
Hilman menegaskan, data dalam kartu Nusuk sangat penting agar proses pergerakan massal lebih terkendali, terutama untuk jemaah lansia dan pendamping yang membutuhkan perhatian lebih.
“Bayangkan jika data kita tidak akurat, dampaknya bisa sangat serius bagi kelancaran seluruh rangkaian ibadah,” ungkapnya.
Kehadiran Pimpinan Kemenag Jawa Barat di Embarkasi
Pernyataan Hilman ini disampaikan saat melepas keberangkatan Kloter 18 asal Sukabumi di Embarkasi Bekasi.
Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat Kemenag dari Provinsi Jawa Barat, Asrama Haji Bekasi, serta pejabat daerah Sukabumi.***