Baca Juga: Ketika Ribuan Staf MBG Belum Digaji, Prabowo Justru Soroti Menteri Belum Dapat Mobil Dinas
Sampel Makanan Dikirim ke Labkesda untuk Uji Lab
Untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, sampel makanan yang dikonsumsi siswa saat kejadian telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.
Hasil pemeriksaan laboratorium ini diperkirakan keluar dalam 10 hari ke depan.
"Kami masih menunggu hasil lab. Begitu keluar, akan kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapat kejelasan," ujar Dadan lebih lanjut.
Baca Juga: Semua Uang Akan Ditransfer Lebih Dulu ke Mitra MBG, Tak Perlu Keluar Modal Dulu Mulai Februari 2025
Gejala Muncul Beberapa Jam Setelah Makan
Salah satu siswa yang terdampak, Muhammad Reyhan, menceritakan pengalamannya.
Ia mulai merasa mual, pusing, dan muntah beberapa jam setelah makan siang berupa nasi dan ayam suwir dari program MBG.
"Awalnya terasa biasa, tapi sekitar jam setengah tiga mulai pusing dan muntah. Ayamnya agak berbau asam, tapi saya pikir itu bumbu," kisah Reyhan.***
Penanganan dan Evaluasi Lanjutan
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mencatat bahwa sebanyak 38 siswa dirawat akibat insiden ini. Saat ini, kondisi para siswa dikabarkan mulai membaik dan dalam pengawasan tenaga medis.
Sebagai langkah lanjutan, BGN akan memperkuat regulasi keamanan pangan dan meningkatkan pengawasan di seluruh dapur penyedia makanan MBG, demi memastikan kualitas makanan yang disajikan.
Komitmen BGN untuk Perbaikan Program MBG