TITIKTEMU.CO - Nama Frans Manansang, salah satu tokoh penting di balik kemajuan Taman Safari Indonesia (TSI), kini menjadi sorotan publik.
Bukan karena prestasi atau penghargaan, melainkan akibat tuduhan serius yang dilontarkan oleh sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI).
Baca Juga: Kementerian HAM Bergerak Usai Terima Aduan Kekerasan Eks Pemain Sirkus Oriental Circus Indonesia
Pengakuan Mengejutkan dari Eks Pemain Sirkus
Kasus ini mencuat setelah beberapa eks pemain sirkus mengungkap dugaan kekerasan fisik dan pelecehan yang mereka alami saat berada di bawah manajemen OCI.
Nama Frans disebut secara langsung sebagai salah satu pelaku utama kekerasan terhadap para pemain, termasuk anak-anak.
Salah satu pengakuan datang dari Vivi, mantan pemain sirkus yang mengaku mengalami penyiksaan secara fisik.
Baca Juga: Diduga Lakukan Kekerasan pada Pemain Sirkus, Taman Safari Indonesia Mengaku Tidak Ada Keterlibatan
Ia menyatakan pernah dipaksa latihan hingga larut malam dan kerap dipukul, hingga akhirnya nekat kabur dari rumah Frans saat usianya masih sangat muda.
> “Saya kabur karena sering disiksa, disuruh latihan terus meski orang lain sudah tidur,” ujar Vivi, dikutip dari pernyataannya yang dibagikan oleh Wamen HAM, Mugiyanto, di Instagram (16 April 2025).
Butet: Kekerasan yang Sistematis
Pengakuan serupa juga datang dari Butet, mantan pemain lainnya yang menegaskan bahwa Frans Manansang adalah sosok yang paling sering melakukan kekerasan.
Menurutnya, perlakuan kasar bukanlah insiden tunggal, melainkan pola yang terjadi berulang kali selama masa pelatihan dan pertunjukan.
Kesaksian para korban menunjukkan adanya pola kerja paksa, kekerasan rutin, dan pelanggaran hak dasar, termasuk kurangnya waktu istirahat serta tekanan psikologis yang besar terhadap para pemain.