- 92% untuk haji reguler (dikelola Kemenag)
- 8% untuk haji khusus (dikelola oleh penyelenggara berizin)
Masing-masing provinsi akan mendapatkan bagian kuota sesuai dengan jumlah umat Islam di daerah tersebut.
Haji Khusus dan Furoda: Lebih Cepat, Tapi Lebih Mahal
Selain haji reguler, terdapat opsi haji khusus (haji plus) dan haji furoda yang menawarkan waktu tunggu lebih singkat.
Haji khusus memiliki masa tunggu antara 3 hingga 8 tahun, sedangkan haji furoda memungkinkan keberangkatan di tahun yang sama atau dalam beberapa tahun setelah pendaftaran.
Namun, perlu diingat bahwa biaya untuk haji khusus dan furoda jauh lebih tinggi dibandingkan haji reguler:
Haji reguler: Setoran awal sekitar Rp 25 juta, total biaya sekitar Rp 46,9–60,9 juta
Haji khusus: Sekitar 8.000 USD atau sekitar Rp 129 juta
Haji furoda: Berkisar antara 16.500–25.000 USD atau sekitar Rp 277 juta hingga Rp 420 juta
Faktor yang Bisa Mempengaruhi Keberangkatan
Meskipun estimasi keberangkatan bisa dihitung berdasarkan tahun pendaftaran dan lokasi, tetap ada kemungkinan perubahan karena situasi global seperti pandemi, kebijakan Pemerintah Arab Saudi, dan keterbatasan fasilitas di Tanah Suci.
Contohnya, saat pandemi Covid-19 tahun 2020–2021, kuota haji dikurangi secara signifikan sehingga menambah panjang antrean keberangkatan.
Daftar haji sejak dini adalah langkah yang bijak, terutama mengingat lamanya masa tunggu di berbagai wilayah.