TITIKTEMU.CO -Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Abu Rokhmad, dalam rapat koordinasi virtual dengan jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag se-Indonesia pada Rabu (26/3/2025).
Menurut Abu Rokhmad, program ini tidak hanya sekadar inisiatif formal, tetapi harus benar-benar memberi manfaat bagi para pemudik.
“Kami ingin memastikan bahwa masjid-masjid yang ikut serta dalam program ini mampu memberikan kenyamanan bagi para musafir. Kebersihan, ketersediaan fasilitas, dan keamanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Idulfitri 1446 H, BKM Minta Masjid Buka 24 Jam untuk Fasilitasi Pemudik
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Dalam upayanya menghadirkan layanan terbaik, Kemenag mendorong sinergi antara berbagai pihak, termasuk pengelola masjid, pemerintah daerah, kepolisian, dan para donatur.
Tujuannya adalah memastikan setiap masjid dapat menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi pemudik.
“Kami mengimbau Kanwil Kemenag di daerah untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Dengan adanya koordinasi yang baik, kita bisa memastikan bahwa masjid-masjid yang menyediakan tempat istirahat benar-benar siap melayani pemudik,” jelas Abu Rokhmad.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2025, BRI Bangun Posko Mudik BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol
Lebih dari sekadar tempat beristirahat, masjid-masjid ini juga diharapkan bisa menciptakan suasana yang ramah bagi para musafir.
Beberapa masjid bahkan menyediakan minuman dan takjil gratis bagi pemudik sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.
"Tidak perlu mewah, yang penting adalah memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pemudik yang singgah," tambahnya.
Baca Juga: Kemenag Siapkan 6.291 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025