"Pak, rumah saya jebol," kata seorang warga dengan nada cemas.
Mendengar hal ini, Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan bagi rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir.
"Iya, nanti dihitung, diasesmen. Pasti akan dibantu, baik yang rusak ringan, sedang, maupun berat," ujarnya.
Ia juga meminta lurah setempat untuk segera mendata rumah-rumah warga yang terdampak dan memastikan tidak ada yang terlewat.
"Tinggal tugas Pak Lurah untuk merespons. Kalau tembok rumah jebol, tapi tetap ditempati, kan bahaya?" kata Mensos.
Bantuan untuk Pengungsi dan Anak-anak
Selain mendengar keluhan warga, Mensos Saifullah Yusuf juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi.
Salah satu bantuan yang diberikan berupa paket pakaian anak (kid wear) untuk bayi dan anak-anak yang ikut mengungsi.
"Untuk anak-anak ada ini dulu, nanti ibu-ibu juga akan ada paketnya sendiri," ujar Mensos.
Menurut data yang disampaikan Mensos Saifullah Yusuf, lebih dari 25 ribu jiwa terdampak banjir di Jakarta, dengan 122 RT di 4 kota administratif yang terendam air.
Dengan kondisi ini, pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan pasca-banjir, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun pemulihan rumah warga.
Banjir Jakarta dalam Data dan Fakta