TITIKTEMU.CO, Untuk menjaga kesehatannya, jemaah haji diimbau untuk mengutamakan istirahat saat tiba di hotel. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Karmijono.
“Pertama, saat sampai di hotel jemaah sebaiknya istirahat dulu. Kedua, jangan sampai lupa makan,” terang dr. Karmijono.
Dikatakan dr. Karmijono, menjaga kesehatan bagi jemaah adalah hal paling utama mengingat mereka akan menghadapi puncak haji di Arafah yang berat dan membutuhkan stamina yang kuat.
“Jangan tunggu haus baru minum. Haji utamanya adalah Arafah, maka jaga kesehatan dari sekarang,” imbaunya.
Baca Juga: INFO HAJI 2024: Jemaah Haji Harus Selalu Membawa Identitas, Ini Alasannya
Karmijono mengungkapkan, ada enam jemaah yang dibolehkan pulang pada hari Sabtu dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia.
“Alhamdulillah, ada enam jemaah yang rencananya akan dipulangkan hari ini, terdiri dari tiga jemaah perempuan dan tiga jemaah laki-laki,” ujarnya.
Sementara itu jemaah yang masih dirawat di KKHI Madinah berjumlah 15 orang. “Ini terdiri dari enam orang di bangsal perempuan, empat orang di bangsal laki-laki, kemudian dua orang masing-masing di bangsal psikiatri perempuan dan laki-laki, lalu seorang lagi di bangsal isolasi,” jelas dr. Karmijono.
Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Jemaah Haji Dilarang Membentangkan Spanduk Atau Poster Apapun Di Tanah Suci
Adapun profil jemaah yang dirawat di KKHI secara keseluruhan tergolong lanjut usia . “Semuanya lansia, di atas 70 tahun. Untuk di bawah 60 tahun, alhamdulillah nggak ada. Keluhannya kelelahan dan ada juga penurunan tensi,” pungkas dr. Karmijono.
Di KKHI Madinah, sambungnya, jemaah akan menerima layanan kesehatan selama maksimal 3x24 jam.
“Bahkan jika dalam satu setengah hari tidak ada kecenderungan ke perbaikan, kita rujuk. Tapi kalau memang ada perbaikan, kita maksimalkan 3x24 jam, dia harus pulang,” ujarnya.
Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Jemaah Haji Lansia Paling Romantis dari Magelang
Karmijono mengatakan, timnya telah menyiapkan mitigasi untuk mengatasi kelelahan pada jemaah haji.
“Kami berupaya dan sudah membuat tulisan semacam promosi kesehatan dengan menggunakan bahasa yang singkat. Semoga dengan ini jemaah dapat sadar untuk menjaga kesehatannya, sehingga insya Allah tujuan untuk berhaji, ke Arafah, itu bisa terpenuhi,” tandas dr. Karmijono.